Selasa, 03 Agustus 2021

Resume LDKM 2021


Nama : Muhamad Agil Pratama

kelas : PAI 2A

NPM : 2010631110020

Resume Materi LDKM 2021

1.     1. Materi pertama yaitu orientasi diri yang akan dibawakan oleh Dr. Hj. Astuti Darmiyanti, MA.Ed.d

 

Orientasi diri dalam KBBI adalah peninjauan untuk menentukan sikap, arah, tempat, dsb. Yang tepat sasaran. Yang artinya ketika kita masuk dalam lingkungan baru maka kita harus meninjau dan menentukan sikap, arah, tempat, dsb.

 

Jadi orientasi ini adalah suatu proses atau upaya seseorang didalam menenangkan atau mengerti keadaan di sekitarnya.

ibu pun menjelaskan tentang calon guru itu mempunyai 2 fungsi yaitu sebagai pendidik dan sebagai pengajar, sebagai pendidik itu adalah yang paling sulit karena tidak mengenal waktu kecuali tidur. Karena mendidik ini menanamkan sikap seperti sikap jujur, percaya diri, sikap empati. Mengubah perilaku yang tadi nya tidak baik menjadi baik. Akan sulit memahami hakikat dari mendidik itu.

Kalau pun mengajar itu mudah sekali, karena kita hanya harus menstranfer pengetahuanya, dari anak yang tidak tahu menjadi lebih tau. Mungkin sekarang anak lebih pintar dari guru nya kenapa ? karena open source atau sangat terbuka, seperti kita mencari sesuatu tinggal cari di google.

 

Orientasi ada 3 yaitu :

-        Orientasi personal

Yaitu kemampuan individu untuk menunjukan identitas diri kita sendiri dan orang lain.

-        Orientasi temporal atau juga orientasi waktu

Orientasi ini adalah menguji kemampuan individual untuk mengetahui massa atau hubungan waktu, baik yang sekarang, yang lampau dan yang akan datang.

-        Orientasi spasial

Yaitu bagaimana kemampuan individu untuk menyempakati batasan antara ruang yang ditempati dengan lokasi lainya.

Kesimpulan nya orientasi diri pandangan yang bersifat berputar sehingga membentuk ruang lingkup yang berpengaruh terhadap orang-orang sekitarnya.

2.    2.  Materi yang kedua yaitu Kepemimpinan ala Rasulullah SAW dan Sahabat yang akan dibawakan oleh Dr. Achmad Junaedi Sitika, S.Ag., M.Pd.I.

 

Kalau kita mengambil dari Kepemimpinan ala Rasulullah SAW maka kita akan mengacu pada Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21 karena itu adalah bagian dasar pondasi utama dalam dasar kita untuk menjadi pemimpin yang baik.

 

Pemimpin dalam etimologi secara Bahasa adalah membingbing atau menuntun, menunjukan jalan kemudian melatih/mengajar.

 

Ada sebuah surat An-Nisa ayat 59 dimana disitu menjelaskan taatilah Allah SWT dan juga Rasulullah Saw dan Ulil Amri yaitu pemimpin. Kemudian ketika ada gesekan-gesekan di dalam itu, maka kita kembalikan kepada Allah SWT atau kepada Al-Qur’an.

 

Dalam seorang pemimpin itu mempunyai 6 persyaratan yaitu pertama dia mempunyai kekuatan yang dimaksud disini adalah kekuatan kemampuan dan kapasitas dia sebagai pemimpin, terutama kekuatan nilai-nilai religius. Kedua yaitu amanah, ketiga dia jangan memanfaatkan jabatan yang sedang diduduki nya. Keempat adalah menjadi pemimpin yang betul-betul ada adil, amanah, fatanah, tablig, sidiq, qanaah, siyasah.

 

Dari kesimpulan materi ini pemimpin dalam perspective islam itu seperti yang di atas yaitu esensi-esensi Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21.

 

3.    3.  Materi yang ketiga yaitu Decision making problem from a leader yang akan dibawakan oleh H. Endang Sodikin S.Pd.I., MH.SH

 

Tidak dikatakan satu kekuatan islam, kecuali dengan bersama, dan tidak ada kekuatan kalau tidak ada pemimpin, tidak ada kepemimpinan kecuali harus ditaati.

 

Ada 5 besar sebelum memilih pemimpin yaitu :

1.     Tidak mengambil orang kafir atau orang yang tidak beriman yang akan sebagai pemimpin bagi kaum muslim.

2.     Tidak mengangkat pemimpin yang mempermainkan agama nya.

3.     Pemimpin harus memiliki keahlian.

4.     Harus bisa diterima dikalangan masyarakat

5.     Pemimpin harus mengutamakan dan membela umat nya, dan tidak mementingkan dirinya sendiri.

Dan kepemimpinan itu sendiri dalam meletakan nilai-nilai kepemimpinanya harus sidiq.

Agama islam tidak akan tegak tanpa kekuasaan dan kekuasaan tidak akan langeng tanpa di tunjang oleh agama.

Yang terpenting dalam membangun jiwa kepemimpinan dalam zaman kekinian adalah dimana setelah memiliki dasar – dasar kepemimpinan, adalah bagaimana cara nya jiwa kita terpatri dalam diri kita ini orang yang selalu beradaptasi terhadap perubahan.

4.    4.  Materi yang keempat yaitu Analisis SWOT yang akan dibawakan oleh Umar Mukhtar S.Pd., M.Pd

SWOT adalah akronim dari S = Strength W = Weakness O = Opportunities T = Treat. Ini disebut dengan faktor yang mempengaruhi berbagai hal dalam kehidupan ini, sehingga apabila kita memahami dari masing-masing kelemahan, masing-masing kekuatan, masing-masing peluang, masing-masing ancaman yang kemudian muncul dan berhasil dianalisa seseorang akan mampu memanfaatkan faktor-faktor ini untuk kemudian menjadi nilai untuk mencapai suatu tujuan.

Maka apabila kita maknai maka analisis SWOT itu teknik dengan metode analisa yang sifatnya strategis untuk menilai faktor-faktor yang berpengaruh atau faktor yang mempengaruhi.

Swot ini terbagi dua yaitu :

Faktor Pertama yaitu S dan W ini merupakan faktor yang termasuk internal yaitu yang ada di diri.

Faktor kedua yaitu O dan T ini merupakan faktor external kalau ini datangnya dari luar.

Dan apabila kita gabungkan secara utuh ini ada pada faktor manajeril merupakan bagian dari individu ataupun organisasi.

Swot ini jangan ada yang hilang misalkan dari Swot nya hilang S nya maka tidak akan utuh, apabila begitu maka akan hambatan nanti nya dalam mencapai tujuan.

Kesimpulanya bahwa analisis SWOT ini adalah suatu jalan yang bisa kita tempuh yang bisa kita lakukan apabila kita ingin menjadi orang yang dimudahkan dalam mencapai tujuan.

5.   5.  Materi yang kelima adalah Public Speaking dalam dimensi kepemimpinan yang akan dibawakan oleh Jaenal Abidin S.Pd.I., M.Pd.I.

Motto hidup : jika ingin mengenal dunia maka membacalah dan jika ingin dikenal dunia maka menulislah

Lebih 24 abad yang lalu, confusius mengatakan :

Apa yang saya dengar, saya lupa.

Apa yang saya lihat, saya ingat.

Apa yang saya kerjakan, saya pahami.

Apa itu public speaking ?

1.     Kegiatan penyampaian pesan berupa ide/gagasan secara oral atau lisan.

2.     Bentuk komunikasi dimana seorang pembicara menghadapi pendengar dalam jumlah yang relatif besar dan pembicaraan yang relatif kontinu.

Apabila ada ingin bisa berbicara maka anda harus bisa ketiga ini yaitu :

Yang pertama apabila ingin bisa berbicara itu harus membayakan baca, seperti baca teori, baca ilmu, baca strateginya, dsb. Dan lebih bagus lagi kalau menghafal nya.

Yang kedua empirik yaitu pengalaman. Seperti yang bp bilang seseorang yang banyak shoping nya maka akan banyak cerita nya berbeda yang ngak shoping.

Yang ketiga adalah dari ilmu pengetahuan, sumber ilmu itu ada banyak, menurut louis kattsoff sumber ilmu pengetahuan itu dari manusia, kemudian dari akal kita, kemudian dari fenomena alam, kemudian dari insting, kemudian dari metode ilmiah atau reset.

Tujuan public speaking :

1.     Menyampaikan informasi kepada audiens

2.     Menghibur audiens

3.     Mempengaruhi audiens

Manfaat public speaking :

1.     Mengurangi ketidaktahuan

2.     Mengurangi tekanan

3.     Memperbaiki hubungan

4.     Memahami permasalahan

5.     Menyelesaikan masalah

Faktor pembentuk ada 3L yaitu :

1.     Lahir (bakat)

2.     Lingkungan

3.     Latihan

Masalah dalam public speaking :

1.     Nervous/kecemasan

2.     Teknik public speaking

3.     Penguasaan materi

Bagaimana cara mengatasinya :

1.     Mempersiapkan dan melakukan latihan.

2.     Mencari pengalaman.

3.     Melakukan kegiatan fisik.

4.     Menganggap demam pangung adalah yang wajar.

Bagaimana cara meraih rasa percaya diri :

1.     Lepaskan rasa sesal.

2.     Perbaiki persepsi diri.

3.     Jangan takut gagal.

4.     Penampilan maksimal.

5.     Mengingat semua masa lalu.

Teknik public speaking :

1.     Variasi suara

2.     Ekspresi wajah

3.     Kontak mata

4.     Bahasa tubuh.

Kesimpulan nya semua nya butuh waktu, kita tidak bisa langsung bisa public speaking tanpa ada usaha, maka dari itu kita harus mencoba dan berusahalah agar bisa mendapatkan yang terbaik.

Essay

Cara public speaking ala Rasulullah Saw

1.     Berbicaralah Dengan Jelas dan Mudah Dipahami

“Rasulullah SAW berbicara dengan kata-kata yang jelas dan tegas. Orang yang duduk bersamanya akan dapat menghafal (kata-katanya).”

Diriwayatkan oleh Humaid bin Mas’adah al-Bashriyyi, dari Humaid al-Aswad, dari Usamah bin Zaid, dari Zuhri, dari `Urwah, yang bersumber dari `Aisyah r.a

 

“Rasulullah SAW, juga suka mengulang-ulang perkataan yang diucapkannya sebanyak tiga kali, agar dapat dipahami.”

(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Yahya, dari Abu Qutaibah – Muslim bin Qutaibah-. dari `Abdullah bin al Mutsani, dari Tsumamah, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.

 

2.     Menyisipkan Sedikit Unsur Humor

Pernah suatu ketika, Rasulullah SAW didatangi seorang nenek tua, kemudian nenek tua tersebut berkata:

“Doakan aku kepada Allah SWT agar memasukkan aku ke dalam surga.”

 

Lalu Rasulullah SAW pun kemudian berkata kepada nenek tua itu:

“Wahai Ummu Fulan! Sesungguhnya surga itu tidak untuk dimasuki oleh orang yang sudah tua.”

 

Mendengar perkataan tersebut si nenek tua pun bersedih menangis, karena ia pikir seorang nenek tua sepertinya tidak akan bisa masuk kedalam surga Allah. Akan tetapi Rasulullah SAW kemudian memberikan pemahaman ke nenek tua tersebut bahwa ketika dia masuk surga, tidak akan masuk surga sebagai orang yang sudah tua, tetapi semua berubah menjadi muda lagi dan berparas cantik.

 

Rasulullah SAW kemudian membacakan ayat yang berbunyi:

 

“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.”

(QS. Al-Waqi’ah: 35-36).

 

Jadi, didalam public speaking boleh saja menyisipkan sedikit unsur humoris asalkan masih batas wajar dan tidak untuk menyinggung kepdibadian orang lain atau menghina suatu ras tau agama.

3.     Berpenampilan Menarik

Sesungguhnya Allah itu indah dan senang dengan keindahan. Bila seseorang hamba diantara kamu (bermaksud) menemui kawan-kawannya hendaklah dia merapikan dirinya.

(HR Muslim)

 

“Datanglah seseorang untuk menemui Rasulullah SAW dengan rambut acak-acakan dan jenggot yang semrawut tak teratur. Lantas Rasul pun memberi isyarat kepadaa orang tersebut seolah-olah menyuruhnya untuk merapihkan rambutnya. Lelaki tersebut lalu berpaling untuk memperbaiki rambutnya, lantas sesaat kemudian datang lagi menemui Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW berkata kepada seorang tersebut: ‘Bukankah berpenampilan yang menarik seperti ini lebih baik daripada salah seorang di antaramu menghadap dengan rambut acak-acakan seperti setan?”

(HR. Malik)

 

Berpenampilan menarik, sopan dan menutup aurat sejatinya bagi seorang muslim adalah suatu hal yang wajib, apalagi dalam public speaking berpenampilan menarik dapat membuat orang- orang menjadi suka dan saling menghormati satu sama lain.

4.     Selalu Bersemangat

Dari jabir bin Abdullah meriwayatkan:

 

“Bahwasanya Rasulullah SAW jikasedang berkhutbah, kedua mata beliau memerah, suaranya meninggi, dan marahnya memuncak, sehingga seakan-akan beliau adalah panglima perang yang sedang memberi peringatan kepada bala tentaranya“

(HR Muslim)

 

Dalam public speaking kita harus mempunyai rasa semangat, dan energik agar peserta tidak mengantuk atau bosan dalam presentasi atau pembicaraan yang kita sampaikan.

5.     Ringkas Namun Penuh Makna

Rasullullah SAW adalah sosok yang fasih berbicara. Sedikit bicara, lugas dan jelas namun penuh makna, sangat mudah dimengerti, dan tidak mudah menyinggung perasaan orang yang menjadi lawab bicaranya.

 

“Nabi Saw tidak memanjangkan nasihatnya pada hari Jumat. Beliau hanya memberikan amanah- amanah yang cukup singkat dan ringkas”

(H.R Abu Dawud).

 

Dalam public speaking jika berbicara terlalu Panjang bahkan keluar dari konteks sangat dapat menyebabkan pemirsa bosan dan mengantuk, maka salah satu cara adalah terus memberikan semangat dan juga memberikan penjelasan yang ringkas, jelas dan penuh makna.

6.     Ceria dan Menatap Wajah Lawan Bicara

“Jangan pernah meremehkan sedikitpun (sehingga enggan melakukan) perbuatan ma’ruf, meskipun hanya menjumpai kawan dengan wajah yg ceria”

(HR. Muslim)

 

Abu Hurairah r.a berkata,

 

“Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah berbicara dengan seseorang melainkan beliau menghadapkan wajahnya pada wajah lawab bicaranya dan tidak akan berpaling sebelum ia selesai bicara”

(HR. Ath-Thabrani)

Sekian dari saya Kurang dan lebihnya Saya mohon maaf, Akhirul kalam, Wallahul muwafik, ilaa aqwamith thariq, Wasslamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.