Nama : Muhamad Agil Pratama
kelas : PAI 2A
NPM : 2010631110020
Resume Materi LDKM 2021
1. 1. Materi
pertama yaitu orientasi diri yang akan dibawakan oleh Dr. Hj. Astuti
Darmiyanti, MA.Ed.d
Orientasi diri dalam KBBI adalah
peninjauan untuk menentukan sikap, arah, tempat, dsb. Yang tepat sasaran. Yang
artinya ketika kita masuk dalam lingkungan baru maka kita harus meninjau dan
menentukan sikap, arah, tempat, dsb.
Jadi orientasi ini adalah suatu
proses atau upaya seseorang didalam menenangkan atau mengerti keadaan di
sekitarnya.
ibu pun menjelaskan tentang calon
guru itu mempunyai 2 fungsi yaitu sebagai pendidik dan sebagai pengajar,
sebagai pendidik itu adalah yang paling sulit karena tidak mengenal waktu
kecuali tidur. Karena mendidik ini menanamkan sikap seperti sikap jujur,
percaya diri, sikap empati. Mengubah perilaku yang tadi nya tidak baik menjadi
baik. Akan sulit memahami hakikat dari mendidik itu.
Kalau pun mengajar itu mudah sekali,
karena kita hanya harus menstranfer pengetahuanya, dari anak yang tidak tahu
menjadi lebih tau. Mungkin sekarang anak lebih pintar dari guru nya kenapa ?
karena open source atau sangat terbuka, seperti kita mencari sesuatu tinggal
cari di google.
Orientasi ada 3 yaitu :
-
Orientasi personal
Yaitu
kemampuan individu untuk menunjukan identitas diri kita sendiri dan orang lain.
-
Orientasi temporal
atau juga orientasi waktu
Orientasi
ini adalah menguji kemampuan individual untuk mengetahui massa atau hubungan waktu,
baik yang sekarang, yang lampau dan yang akan datang.
-
Orientasi spasial
Yaitu
bagaimana kemampuan individu untuk menyempakati batasan antara ruang yang
ditempati dengan lokasi lainya.
Kesimpulan nya orientasi diri pandangan yang bersifat
berputar sehingga membentuk ruang lingkup yang berpengaruh terhadap orang-orang
sekitarnya.
2. 2. Materi
yang kedua yaitu Kepemimpinan ala Rasulullah SAW dan Sahabat yang akan
dibawakan oleh Dr. Achmad Junaedi Sitika, S.Ag., M.Pd.I.
Kalau kita mengambil dari Kepemimpinan
ala Rasulullah SAW maka kita akan mengacu pada Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21
karena itu adalah bagian dasar pondasi utama dalam dasar kita untuk menjadi
pemimpin yang baik.
Pemimpin dalam etimologi secara
Bahasa adalah membingbing atau menuntun, menunjukan jalan kemudian
melatih/mengajar.
Ada sebuah surat An-Nisa ayat 59
dimana disitu menjelaskan taatilah Allah SWT dan juga Rasulullah Saw dan Ulil
Amri yaitu pemimpin. Kemudian ketika ada gesekan-gesekan di dalam itu, maka
kita kembalikan kepada Allah SWT atau kepada Al-Qur’an.
Dalam seorang pemimpin itu mempunyai
6 persyaratan yaitu pertama dia mempunyai kekuatan yang dimaksud disini adalah
kekuatan kemampuan dan kapasitas dia sebagai pemimpin, terutama kekuatan
nilai-nilai religius. Kedua yaitu amanah, ketiga dia jangan memanfaatkan
jabatan yang sedang diduduki nya. Keempat adalah menjadi pemimpin yang
betul-betul ada adil, amanah, fatanah, tablig, sidiq, qanaah, siyasah.
Dari kesimpulan materi ini pemimpin
dalam perspective islam itu seperti yang di atas yaitu esensi-esensi Al-Qur’an
Surat Al-Ahzab ayat 21.
3. 3. Materi
yang ketiga yaitu Decision making problem from a leader yang akan dibawakan
oleh H. Endang Sodikin S.Pd.I., MH.SH
Tidak dikatakan satu kekuatan islam,
kecuali dengan bersama, dan tidak ada kekuatan kalau tidak ada pemimpin, tidak
ada kepemimpinan kecuali harus ditaati.
Ada 5 besar sebelum memilih pemimpin
yaitu :
1. Tidak
mengambil orang kafir atau orang yang tidak beriman yang akan sebagai pemimpin
bagi kaum muslim.
2. Tidak
mengangkat pemimpin yang mempermainkan agama nya.
3. Pemimpin
harus memiliki keahlian.
4. Harus
bisa diterima dikalangan masyarakat
5. Pemimpin
harus mengutamakan dan membela umat nya, dan tidak mementingkan dirinya
sendiri.
Dan kepemimpinan itu
sendiri dalam meletakan nilai-nilai kepemimpinanya harus sidiq.
Agama islam tidak akan tegak tanpa kekuasaan dan
kekuasaan tidak akan langeng tanpa di tunjang oleh agama.
Yang terpenting dalam membangun jiwa kepemimpinan
dalam zaman kekinian adalah dimana setelah memiliki dasar – dasar kepemimpinan,
adalah bagaimana cara nya jiwa kita terpatri dalam diri kita ini orang yang
selalu beradaptasi terhadap perubahan.
4. 4. Materi
yang keempat yaitu Analisis SWOT yang akan dibawakan oleh Umar
Mukhtar S.Pd., M.Pd
SWOT adalah akronim dari S = Strength W = Weakness O =
Opportunities T = Treat. Ini disebut dengan faktor yang mempengaruhi berbagai
hal dalam kehidupan ini, sehingga apabila kita memahami dari masing-masing
kelemahan, masing-masing kekuatan, masing-masing peluang, masing-masing ancaman
yang kemudian muncul dan berhasil dianalisa seseorang akan mampu memanfaatkan
faktor-faktor ini untuk kemudian menjadi nilai untuk mencapai suatu tujuan.
Maka apabila kita maknai maka analisis SWOT itu teknik
dengan metode analisa yang sifatnya strategis untuk menilai faktor-faktor yang
berpengaruh atau faktor yang mempengaruhi.
Swot ini terbagi dua yaitu :
Faktor Pertama yaitu S dan W ini merupakan faktor yang
termasuk internal yaitu yang ada di diri.
Faktor kedua yaitu O dan T ini merupakan faktor external
kalau ini datangnya dari luar.
Dan apabila kita gabungkan secara utuh ini ada pada
faktor manajeril merupakan bagian dari individu ataupun organisasi.
Swot ini jangan ada yang hilang misalkan dari Swot nya
hilang S nya maka tidak akan utuh, apabila begitu maka akan hambatan nanti nya
dalam mencapai tujuan.
Kesimpulanya bahwa analisis SWOT ini adalah suatu
jalan yang bisa kita tempuh yang bisa kita lakukan apabila kita ingin menjadi
orang yang dimudahkan dalam mencapai tujuan.
5. 5. Materi yang kelima
adalah Public
Speaking dalam dimensi kepemimpinan yang akan dibawakan oleh Jaenal Abidin
S.Pd.I., M.Pd.I.
Motto hidup : jika ingin mengenal dunia maka
membacalah dan jika ingin dikenal dunia maka menulislah
Lebih 24 abad yang lalu, confusius mengatakan :
Apa yang saya dengar, saya lupa.
Apa yang saya lihat, saya ingat.
Apa yang saya kerjakan, saya pahami.
Apa itu public speaking ?
1. Kegiatan
penyampaian pesan berupa ide/gagasan secara oral atau lisan.
2. Bentuk
komunikasi dimana seorang pembicara menghadapi pendengar dalam jumlah yang
relatif besar dan pembicaraan yang relatif kontinu.
Apabila ada ingin bisa berbicara maka anda harus bisa
ketiga ini yaitu :
Yang pertama apabila ingin bisa berbicara itu harus
membayakan baca, seperti baca teori, baca ilmu, baca strateginya, dsb. Dan
lebih bagus lagi kalau menghafal nya.
Yang kedua empirik yaitu pengalaman. Seperti yang bp
bilang seseorang yang banyak shoping nya maka akan banyak cerita nya berbeda
yang ngak shoping.
Yang ketiga adalah dari ilmu pengetahuan, sumber ilmu
itu ada banyak, menurut louis kattsoff sumber ilmu pengetahuan itu dari
manusia, kemudian dari akal kita, kemudian dari fenomena alam, kemudian dari
insting, kemudian dari metode ilmiah atau reset.
Tujuan public speaking :
1. Menyampaikan
informasi kepada audiens
2. Menghibur
audiens
3. Mempengaruhi
audiens
Manfaat public speaking :
1. Mengurangi
ketidaktahuan
2. Mengurangi
tekanan
3. Memperbaiki
hubungan
4. Memahami
permasalahan
5. Menyelesaikan
masalah
Faktor pembentuk ada 3L yaitu :
1. Lahir
(bakat)
2. Lingkungan
3. Latihan
Masalah dalam public speaking :
1. Nervous/kecemasan
2. Teknik
public speaking
3. Penguasaan
materi
Bagaimana cara mengatasinya :
1. Mempersiapkan
dan melakukan latihan.
2. Mencari
pengalaman.
3. Melakukan
kegiatan fisik.
4. Menganggap
demam pangung adalah yang wajar.
Bagaimana cara meraih rasa percaya diri :
1. Lepaskan
rasa sesal.
2. Perbaiki
persepsi diri.
3. Jangan
takut gagal.
4. Penampilan
maksimal.
5. Mengingat
semua masa lalu.
Teknik public speaking :
1. Variasi
suara
2. Ekspresi
wajah
3. Kontak
mata
4. Bahasa
tubuh.
Kesimpulan nya semua nya butuh waktu, kita tidak bisa
langsung bisa public speaking tanpa ada usaha, maka dari itu kita harus mencoba
dan berusahalah agar bisa mendapatkan yang terbaik.
Essay
Cara public speaking ala Rasulullah Saw
1. Berbicaralah
Dengan Jelas dan Mudah Dipahami
“Rasulullah SAW berbicara dengan
kata-kata yang jelas dan tegas. Orang yang duduk bersamanya akan dapat
menghafal (kata-katanya).”
Diriwayatkan oleh Humaid bin Mas’adah
al-Bashriyyi, dari Humaid al-Aswad, dari Usamah bin Zaid, dari Zuhri, dari
`Urwah, yang bersumber dari `Aisyah r.a
“Rasulullah SAW, juga suka
mengulang-ulang perkataan yang diucapkannya sebanyak tiga kali, agar dapat
dipahami.”
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin
Yahya, dari Abu Qutaibah – Muslim bin Qutaibah-. dari `Abdullah bin al Mutsani,
dari Tsumamah, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.
2. Menyisipkan
Sedikit Unsur Humor
Pernah suatu ketika, Rasulullah SAW
didatangi seorang nenek tua, kemudian nenek tua tersebut berkata:
“Doakan aku kepada Allah SWT agar
memasukkan aku ke dalam surga.”
Lalu Rasulullah SAW pun kemudian
berkata kepada nenek tua itu:
“Wahai Ummu Fulan! Sesungguhnya surga
itu tidak untuk dimasuki oleh orang yang sudah tua.”
Mendengar perkataan tersebut si nenek
tua pun bersedih menangis, karena ia pikir seorang nenek tua sepertinya tidak
akan bisa masuk kedalam surga Allah. Akan tetapi Rasulullah SAW kemudian memberikan
pemahaman ke nenek tua tersebut bahwa ketika dia masuk surga, tidak akan masuk
surga sebagai orang yang sudah tua, tetapi semua berubah menjadi muda lagi dan
berparas cantik.
Rasulullah SAW kemudian membacakan
ayat yang berbunyi:
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka
(Bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis
perawan.”
(QS. Al-Waqi’ah: 35-36).
Jadi, didalam public speaking boleh
saja menyisipkan sedikit unsur humoris asalkan masih batas wajar dan tidak
untuk menyinggung kepdibadian orang lain atau menghina suatu ras tau agama.
3. Berpenampilan
Menarik
Sesungguhnya Allah itu indah dan
senang dengan keindahan. Bila seseorang hamba diantara kamu (bermaksud) menemui
kawan-kawannya hendaklah dia merapikan dirinya.
(HR Muslim)
“Datanglah seseorang untuk menemui
Rasulullah SAW dengan rambut acak-acakan dan jenggot yang semrawut tak teratur.
Lantas Rasul pun memberi isyarat kepadaa orang tersebut seolah-olah menyuruhnya
untuk merapihkan rambutnya. Lelaki tersebut lalu berpaling untuk memperbaiki
rambutnya, lantas sesaat kemudian datang lagi menemui Rasulullah SAW. Maka
Rasulullah SAW berkata kepada seorang tersebut: ‘Bukankah berpenampilan yang
menarik seperti ini lebih baik daripada salah seorang di antaramu menghadap
dengan rambut acak-acakan seperti setan?”
(HR. Malik)
Berpenampilan menarik, sopan dan
menutup aurat sejatinya bagi seorang muslim adalah suatu hal yang wajib,
apalagi dalam public speaking berpenampilan menarik dapat membuat orang- orang
menjadi suka dan saling menghormati satu sama lain.
4. Selalu
Bersemangat
Dari jabir bin Abdullah meriwayatkan:
“Bahwasanya Rasulullah SAW jikasedang
berkhutbah, kedua mata beliau memerah, suaranya meninggi, dan marahnya
memuncak, sehingga seakan-akan beliau adalah panglima perang yang sedang
memberi peringatan kepada bala tentaranya“
(HR Muslim)
Dalam public speaking kita harus
mempunyai rasa semangat, dan energik agar peserta tidak mengantuk atau bosan
dalam presentasi atau pembicaraan yang kita sampaikan.
5. Ringkas
Namun Penuh Makna
Rasullullah SAW adalah sosok yang
fasih berbicara. Sedikit bicara, lugas dan jelas namun penuh makna, sangat
mudah dimengerti, dan tidak mudah menyinggung perasaan orang yang menjadi lawab
bicaranya.
“Nabi Saw tidak memanjangkan
nasihatnya pada hari Jumat. Beliau hanya memberikan amanah- amanah yang cukup
singkat dan ringkas”
(H.R Abu Dawud).
Dalam public speaking jika berbicara
terlalu Panjang bahkan keluar dari konteks sangat dapat menyebabkan pemirsa
bosan dan mengantuk, maka salah satu cara adalah terus memberikan semangat dan
juga memberikan penjelasan yang ringkas, jelas dan penuh makna.
6. Ceria
dan Menatap Wajah Lawan Bicara
“Jangan pernah meremehkan sedikitpun
(sehingga enggan melakukan) perbuatan ma’ruf, meskipun hanya menjumpai kawan
dengan wajah yg ceria”
(HR. Muslim)
Abu Hurairah r.a berkata,
“Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak
pernah berbicara dengan seseorang melainkan beliau menghadapkan wajahnya pada
wajah lawab bicaranya dan tidak akan berpaling sebelum ia selesai bicara”
(HR. Ath-Thabrani)
Sekian dari saya Kurang dan lebihnya Saya mohon maaf, Akhirul kalam, Wallahul muwafik,
ilaa aqwamith thariq, Wasslamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.